Presiden Berharap Penyebab Jatuhnya Lion Air JT 610 Terang-Benderang

JawaPos.com – Cockpit Voice Recorder (CVR) milik Lion Air PK-LQP yang jatuh diperairan Karawang, Jawa Barat telah ditemukan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap penyebab kecelakaan pesawat jenis Boeing 737 Max-8 dengan nomor penerbangan JT-610 itu bisa terang benderang.

“Kita bisa membuka, (penyebab kecelakaan) bisa terang-benderang nanti kalau (CVR) ini sudah ditemukan,” kata Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/1).

Ia juga mengapresiasi kerja keras Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL yang telah menemukan benda berwarna oranye di laut Karawang itu. “Kita sangat menghargai penemuan CVR yang ditemukan oleh Kopaska sehingga ini nanti akan lebih memperjelas kecelakaaan pesawat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro menjelaskan proses penemuan itu didapat oleh 18 orang penyelam dari Dislambair Koarmada I dan tiga orang personel Kopaska yang menyusuri dasar laut perairan Tanjung Karawang.

“Pada pukul 08.40 wib penyelam menemukan CVR,” ujarnya.

Harjo menuturkan, sebelumnya Pushidrosal mengerahkan KRI Spica-934 yang diberangkatkan dari Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, pada Selasa (8/01). Keberangkatan kapal survei Hidro-Oseanografi di bawah pembinaan Pushidrosal.

KRI Spica-934 memiliki peralatan bawah air dengan teknologi canggih untuk mencari keberadaan CVR yang sudah dua bulan lamanya belum diketemukan. Dengan membawa alat lengkap seperti Multibeam Echosounder (MBES), Sub Bottom Profiling (SBP), Magnetometer, Side Scan Sonar, ADCP serta peralatan HIPAP yang mampu mendeteksi sinyal dari black box Lion JT 610.

Selain peralatan tersebut KRI Spica-934 juga membawa ABK sebanyak 55 orang, personel KNKT 9 orang, penyelam TNI AL 18 orang, serta Scientist sebanyak 6 orang.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Uji Sukma Medianti