Rawan Tsunami, Pesisir Serang-Pandeglang Ditata Ulang

JawaPos.com – Pemerintah akan menata ulang zonasi kawasan pesisir sepanjang Serang hingga Pendeglang. Sejumlah lokasi yang dianggap rawan terjangan tsunami akan dilarang untuk permukiman. Pengkajian segera dilakukan dengan melibatkan peneliti Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan akan mengirim teknisi atau peneliti untuk zonasi di kawasan pantai Serang dan Pandeglang. Pantai-pantai tersebut menghadap Gunung Anak Krakatau (GAK). Jaraknya sekitar 40 kilometer.

“Kami kirim juga tim teknis dari Badan Geologi untuk studi zonasi,” kata Jonan setelah meninjau pos pengamatan GAK Badan Geologi Kementerian ESDM di Pasauran, Kecamatan Cinangka, Serang, kemarin (28/12).

Rawan Tsunami, Pesisir Serang-Pandeglang Ditata UlangPermukiman di sepanjang pesisir Pandeglang akan ditata ulang karena rawan terhadap tsunami. (Muhammad Ali/Jawa Pos)

Tsunami Sabtu malam lalu (22/12) menerjang hampir sepanjang pantai mulai Anyer di Serang hingga Kecamatan Sumur, dekat Taman Nasional Ujung Kulon di Pandeglang. Sedikitnya 426 orang meninggal. Juga, ratusan bangunan rusak, mayoritas vila atau hotel yang dekat dengan pantai. Antara lain, kompleks Hotel Mutiara Carita, Vila Stephanie, dan Tanjung Lesung Beach Hotel. Hingga kemarin, di Pantai Anyer masih banyak puing bangunan yang berupa kayu dan atap dari dedaunan yang berserakan.

Lebih lanjut Jonan menuturkan, tim peneliti itu akan memetakan daerah yang aman dan lokasi-lokasi yang berbahaya untuk ditempati. “Kalau tidak (aman, Red), tentu ya harus dipindah atau dibikin tanggul,” kata mantan menteri perhubungan tersebut. Sedangkan pembangunan breakwater atau pemecah ombak biasanya digunakan untuk pelayaran. “Bukan untuk hotel,” ungkap dia.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan sudah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat untuk pengaturan zonasi. Dia sudah membicarakannya dengan Jonan di sela-sela kunjungan ke pos pengamatan. “Ini hotel terlalu nempel ke barat di bibir pantai. Membahayakan tamu,” ujar Tatu. Dia mengungkapkan, ada rencana untuk membeli lahan di dekat pantai itu. “Untuk menata warung-warung mereka,” imbuh dia.

Di Jakarta, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kemarin membeberkan jumlah korban teranyar. Jika sebelumnya data BNPB mencatat 430 korban meninggal akibat tsunami di Selat Sunda, kemarin dia meralatnya. Menurut data teranyar, ada 426 korban meninggal. “Menurunnya jumlah yang meninggal karena dobel pendataan. Mayat yang ditemukan di perbatasan Serang juga dicatat di Pandeglang,” ungkapnya.

Sutopo juga menjelaskan, Kamis lalu Gubernur Banten Wahidin Halim menetapkan tanggap darurat untuk wilayahnya. Sebab, Serang dan Pandeglang juga telah menetapkan masa tanggap darurat. “Tanggap darurat di Banten sampai 9 Januari,” ujarnya. 

Editor      : Ilham Safutra
Reporter : (jun/lyn/wan/idr/c11/agm)