Relawan Mantap PSB IPB Bantu Pulihkan Psikis Korban Tsunami

JawaPos.com – Dua minggu pascakejadian Tsunami Selat Sunda masih menyisakan banyak persoalan. Daerah pesisir Banten mulai memasuki fase transisi, pun demikian halnya dengan pesisir Lampung.

Namun dampak kejadian tsunami tidak hanya sekedar kerugian material, tapi juga mempengaruhi mental dan sosial masyarakat. Dua hal yang terakhir ini memerlukan masa pemulihan yang panjang.

Berangkat dari hal itu, Pusat Studi Bencana Insitut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB, mengirimkan tim trauma healing akhir pekan kemarin.

YonvitnerKepala PSB IPB, Dr. Yonvitner (Ist/JawaPos.com)

Kepala Pusat Studi Bencana IPB Yonvitner menyampaikan bahwa tim yang diberangkatkan adalah bagian dari relawan yang terdiri dari mahasiswa. Mereka tergabung dalam relawan Mantap (mahasiswa tanggap bencana) PSB IPB.

“Adapun kegiatan emergency respons yang dilaksanakan PSB IPB dilakukan sejak tgl 24 Desember 2018,” ujar Yon-sapaannya kepada JawaPos.com, Selasa (15/1).

Yon memaparkan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk utama tugas PSB dalam memperkuat pendampingan daerah mitra kerjasama IPB. Nantinya Setelah fase trauma healing dan program pendistribusian bantuan, kedepan PSB IPB akan mempersiapkan upaya pemulihan dan rekonstruksi sektor pertanian.

“Mulai dari perikanan dan kelautan, peternakan dan perkebunan serta pariwisata,” jelas dia.

Senada, Ketua Departemen IKK Fema IPB, Tin Herawati menyampaikan bahwa mahasiswa yang dikirim sudah dibekali dengan kemampuan healing baik untuk anak-anak, remaja dan dewasa. Selama dilapangan tim akan bekerja dari posko posko target di Anyer, Carita dan Labuan serta Sumur.

“Tim yang berangkat mencapai 30 orang untuk bekerja bersama pemda Banten dalam beberapa waktu ke depan,” tutup dia.

Hadir bersama tim trauma healing, Istiqlaliya sebagai salah satu supervisor, wakil kepala LPPM bidang pengabdian Sugeng H Suseno, serta tim dari Caritas, Liony.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Yesika Dinta