Selain Memperkosa, SAB Juga Janji Akan Menikahi Amel

JawaPos.com – Tindak kekerasan seksual yang dialami RS, mantan staf kontrak BPJS Ketenagakerjaan (TK), menimbulkan trauma psikologis. Sebab perbuataan pelaku berlangsung empat kali dalam kurun waktu dua tahun.

Selama mengalami tindak kekerasan seksual dari pelaku yang berinisial SAB, RS sudah berusaha melawan tapi tak berhasil. Bentuk perlawanan itu dengan melaporkan perbuatan SAB kepada anggota Dewan Pengawas BPJS TK. Apalagi SAB juga anggota Dewan Pengawas BPJS TK.

Traumanya korban karena pelaku kerap melakukan kekerasan seksual secara fisik dan verbal. Perbuatan itu berlangsung di dalam maupun luar kantor. Semua itu berlangsung dari kurun waktu 2016-2018.

BPJS Ketenagakerjaan, Skandal Dewas BPJS Ketenagakerjaan, Amel,RS, staf kontrak jadi korban pemerkosaan dari oknum dewan pengawas BPJS Ketenagakerjaan. (Intan Permatasari Piliang/JawaPos.com)

“Saya berulang kali mengatakan (kepada SAB, red) pemaksaan (pemerkosaan) tersebut menyakiti saya secara fisik dan kejiwaan,” kata RS yang biasa disapa Amel itu saat menggelar jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (28/12). Dalam jumpa pers ini RS didampingi Ade Armando.

Diketahui, RS merupakan staf kontrak di BPJS TK. Dia ditugaskan di bagian Asisten Ahli Dewan Pengawas.

Ketika Amel memohon kepada SAB, sang pelaku pun berjanji tidak akan lagi melakukan kekerasan seksual dan kekerasan fisik terhadapnya. Ternyata janji itu tidak sepenuhnya ditepati SAB.

“Dia pernah berjanji untuk tidak lagi melakukan kekerasan seks kepada saya pada April 2017. Mungkin dia memang merasa bersalah atau insaf. Tapi dia kembali pada perilaku biadabnya,” ujar Amel.

Meski mengingkari janjinnya, tapi SAB mengaku ada niat untuk menikahi RA. “Dia berulang kali mengutarakan cintanya dan kehendaknya untuk menikahi saya, mengatakan ia ingin punya anak dari saya. Dia ingin menjadi ‘imam’ untuk saya,” kata Amel.

Namun tawaran SAB itu tidak membuat Amel luluh. Sebab, SAB seorang laki-laki berusia 59 tahun dan sudah punya anak dan istri. Mereka itu lebih berhak mendapat perhatian dari SAB.

Di samping itu, alasan lain menolak tawaran SAB, Amel juga sudah memiliki kekasih. “Saya selalu mengatakan tidak mencintai dia. Saya memiliki kekasih yang akan menikah dengan saya. Saya mengingatkan dia (SAB) kalau dirinya punya istri dan dua anak,” pungkasnya.

Editor      : Ilham Safutra
Reporter : (ipp/JPC)