Simak Bocoran dari Menaker, Dua Hal Ini jadi Kunci Masuk Dunia Kerja

JawaPos.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengingatkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar terus memperkuat kompetensi (skill) baik hard skill maupun soft skill. Kedua hal ini sangat berguna untuk menghadapi persaingan di pasar kerja setelah menamatkan sekolah nanti.

“Dua kompetensi utama, soft skill dan hard skill inilah menjadi kunci utama untuk masuk ke pasar kerja,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMK Binakarya Mandiri (BM) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/1).

Dia menjelaskan bahwa hard skill adalah ketrampilan terkait teknik kompetensi. Misalnya, Teknologi Informasi (TI), komputer, penguasaan bahasa dan desain website.

Sedangkan soft skill yaitu karakter baik terkait moral dan kinerja. Menurutnya, pekerjaan-pekerjaan di masa depan, menuntut soft skill sebesar 85 persen. Sisanya 15 persen hard skill.

Karakter moral misalnya jujur, amanah dan dapat dipercaya. “Sementara karakter kinerja (misalnya) displin, pantang menyerah, kerja keras, semangat dan penuh motivasi,” kata Hanif.

Kemudian, dia menuturkan, sertifikasi profesi pun sangat penting sebagai alat untuk bertarung di pasar kerja. “Di luar itu keras, persaingan sangat ketat untuk masuk perguruan tinggi atau dunia kerja. Mau cari pekerjaan atau berkarir bersaing. Mencari pacar pun bersaing,” tutur dia.

Hanif menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi informasi yang masif di masa depan mengakibatkan sejumlah pekerjaan hilang. Tapi di sisi lain juga ada jenis pekerjaan baru yang muncul.

“Makanya saya pesan ke teman-teman agar perkuat skill baik soft skill maupun hard skill, karena skill itu harus berubah. Dengan kuasai hard skill dan soft skill, maka segala sesuatunya akan lancar,” pungkasnya.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Yesika Dinta