Soal Mitigasi Bencana, Ignasius Jonan Minta Tak Ada Ego Sektoral

JawaPos.com – Erupsi gunung api Anak Krakatau yang terjadi pada Sabtu (22/12) menjadi pengalaman yang harus diperhatikan instansi terkait. Pasalnya, bencana geologi itu menyebabkan longsoran bawah laut hingga tsunami di pantai-pantai Selat Sunda.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, bencana geologi tidak dapat dicegah. Namun, mitigasi untuk mengurangi korban jiwa dan kerusakan material tentunya dapat dilakukan. Itulah yang harus menjadi fokus pemerintah mulai saat ini.

“Bukan kita bisa mencegah bencana geologi itu datang. Karena hampir tidak ada bencana kegeologian yang bisa dicegah. Yang bisa dimitigasi. Sehingga mengurangi korban jiwa dan material,” ujarnya di kantor Kementrian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (21/1).

Dia mengatakan, bencana tidak dapat diprediksi jauh-jauh hari secara akurat. Melainkan, hanya bisa diprediksi dari gejala waktu dekat.

“Tapi yang pasti kalau terjadi bencana besar hanya berupa perkiraan. Maka ada zona rawan bahaya. Kalau kita sudah tahu. Persis bencananya akan terjadi besok, tidak perlu ada tahapan siaga dan sebagainya. Tapi ini kan sulit,” imbuhnya.

Untuk itu, dia meminta bukan hanya kepada instansi terkait, namun juga para geolog ataupun vulkanolog yang ahli dalam hal tersebut agar saling membagi informasi dan tidak mementingkan diri sendiri.

“Pendapatnya secara resmi pemerintah ada sendiri di Badan Geologi. Tapi hasilnya apa masukan kepada instansi lain, harus terbuka.

Mengundang ahli dari instansi lain, lembaga ilmu pengetahuan dan lain-lain supaya bisa kaya (informasi) yang disampaikan mendekati keakuratan yang tinggi. Tidak boleh ada ego institusi, apalagi ego pribadi,” kata Jonan.

Bahkan, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), mitigasi bencana perlu masuk dalam kurikulum pendidikan. Kemudian, harus ada sosialisasi ke setiap pemerintah daerah secara terus-menerus agar masyarakatnya memiliki kesadaran.

“Untuk peneliti, pengamat dan lain-lain, kalau memang ada masukan tolong sampaikan, diundang bersama. Diskusi, jangan diam saja. Semua pihak harus introspeksi apa kekurangan masing-masing. Terbuka lah,” pungkasnya.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Yesika Dinta