Tak Usah Ragu, Rumah Sakit UI Depok Sediakan Pelayanan Satu Atap

JawaPos.com – Universitas Indonesia (UI) kini memiliki Rumah Sakit (RS) Pendidikan. Rumah sakit Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia itu juga menjadi wadah bagi para mahasiswa kedokteran untuk lebih berinovasi dalam dunia medis.

Selain melayani pasien, RSUI juga memberikan pelayanan kesehatan satu atap (One Stop Health Services). Mulai dari pelayanan primer, sekunder hingga pelayanan unggulan.

Sehingga mahasiswa kedokteran bisa sambil belajar di RSUI sekaligus melihat para staf pengajar dan dokter subspesialis dalam memberikan layanan untuk pasien.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, menjelaskan dalam 2-3 tahun pertama RSUI akan difokuskan lebih banyak pada pelayanan masyarakat sekitar. Misalnya dalam pelayanan primer dan sekunder oleh para dokter yang profesional.

“Sudah lengkap ada dokter-dokter umum, dokter spesialis sudah ada, dan layanan tersier juga sudah ada. Dokter-dokternya itu dari FKUI-Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM), dari RS Persahabatan, dan semua dokter adalah staf pengajar, karena itu kan link dari RSCM, pendidikan utamanya FKUI,” kata dr. Ari kepada JawaPos.com.

Selain melayani pasien, RSUI juga akan difokuskan sebagai wadah pendidikan mahasiswa S1 jurusan kedokteran. Sedangkan RSCM lebih tinggi tingkatannya untuk subspesialis.

“Sambil jalan nanti RSUI bukan saja utk pendidikan tapi tentu juga pelayanan. Yang utamanya ini basicnya RS pendidikan. Misalnya ada ruangan-ruangan baik ruang operasi atau poliklinik didesain sebagai wadah pendidikan. Seperti ada kamera dan teknologi lainnya untuk mendukung pendidikan kedokteran,” jelas dr. Ari.

Dirinya menegaskan, RSUI mendorong kualitas mahasiswa kedokteran lebih berkembang. Di sisi lain, RSUI juga akan memberikan layanan primer dan sekunder pada pasien terkoneksi dengan klinik satelit.

“RSCM pelayanannya lebih tersier. Tentu ini bagi pasien atau masyarakat, akan memberikan rasa nyaman dengan dokter-dokter senior yang berpengalaman dan peralatan medis yang canggih,” tandasnya.

dr. Ari menegaskan bahwa para dokter yang melayani pasien dan melakukan tindakan adalah para dokter staf pengajar yang sudah profesional. Sedangkan mahasiswa jurusan kedokteran harus mengikuti tahapan atau aturan untuk bisa kontak langsung dengan pasien.

“Kalaupun ada mahasiswa, karena memang ini RS pendidikan bukan berarti pasien sebagai kelinci percobaan. Sebab ada aturan yang dibuat profesional ketika mahasiswa kontak langsung dengan pasien. Justru dengan keberadaan mahasiswa nanti pelayanan itu akan sesuai standar yang baik dan menjadi bahan evaluasi yang membekas bagi mahasiswa yang akan menilai sendiri bahwa mutu dan pelayanan sudah sesuai standar,” tutur dr. Ari.

Sebagai informasi, RSUI dibangun di atas lahan seluas 106.100 m2 (14 lantai) dan memiliki 300 tempat tidur (tahap pertama). Lokasinya berada di kompleks area Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan UI kampus Depok, Jawa Barat. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, RSUI juga dilengkapi ruang observasi bagi para mahasiswa tanpa mengganggu kenyaman pasien.

Karena disebut sebagai Rumah Sakit pendidikan, maka gedung RS juga dilengkapi infrastruktur teknologi yang mendukung mahasiswa memantau tindakan medis secara live di ruang kelas (atas izin pasien).

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Marieska Harya Virdhani