Tinjau Banjir Sulsel, Wapres JK Perintahkan Perbaikan DAS

JawaPos.com – Selain faktor hujan deras, kerusakan daerah aliran sungai (DAS) Bawakaraeng menjadi pemicu banjir dan tanah longsor di Sulawesi Selatan. Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK memerintahkan alih fungsi area DAS Bawakaraeng agar segera diakhiri. Sebab, DAS seharusnya bisa berfungsi menampung air hujan sehingga tak langsung meluap ke sungai.

Usai memimpin rapat koordinasi bersama penanganan banjir dan longsor di Sulawesi Selatan itu, JK menuturkan ada tiga hasil rapat. Yakni warga yang keluarganya menjadi korban akan diberi santunan sekitar Rp 15 juta.

Selain itu, rapat juga membahas perbaikan jembatan dan infrastruktur lain yang rusak. Sedangkan rapat ketiga terkait membahas perbaikan DAS Bawakaraeng. Lantaran banyak alih fungsi lahan. 

“Daerah-daerah yang di ketinggian itu akan diusahakan tanamannya diganti dengan tanaman keras yang membantu lingkungan,” ujar JK usai rapat di kantor gubernur Sulsel, Minggu (27/1).

Rapat juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Kepala BNPB Doni Monardo serta Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

JK memerintahkan agar pengantian itu segera dilakukan. Karena untuk pengembalian fungsi hutan lindung itu perlu tiga tahun. “Harus dari sekarang. Pak gubernur dan BNPB tentu nanti dari kehutanan tentu sama-sama akan diperbaiki lingkungan DAS nya Bawakaraeng itu,” kata pejabat berdarah Bugis itu.

Sebelum rapat itu, JK lebih dulu mengunjungi bendungan Bili Bili di Gowa. Kondisi bendungan yang bisa menampung 375 juta meter kubik itu sudah kembali normal.  Meskipun air di bendungan yang dibangun pada 1992 itu terlihat masih kecoklatan

Tim lantas bergeser ke jembatan di Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Di dekat lokasi jembatan yang putus itu JK mendapatkan penjelasan rencana perbaikan dan pembuatan jembatan sementara untuk keperluan warga. 

Data BNPB, hingga kemarin tercatat 188 desa terdampak bencana di 71 kecamatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota yaitu Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai. Dampak bencana tercatat 68 orang meninggal, 7 orang hilang, 47 orang luka-luka, dan 6.757 orang mengungsi. 

Kerusakan fisik meliputi 550 unit rumah rusak ( 33 unit hanyut, 459 rusak berat, 30 rusak sedang, 23 rusak ringan, 5 tertimbun), 5.198 unit rumah terendam, 16,2 km jalan terdampak, 13.326 hektar sawah terdampak dan 34 jembatan, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 8 fasilitas pemerintah, dan 65 unit sekolah.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Juneka Subaihul Mufid