TNI Kirim Ratusan Prajurit Tangani Karhutla di Riau

JawaPos.com – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Pekanbaru, Riau membuat Tentara Nasional Indonesia (TNI) turun tangan. Mereka mengirimkan 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) prajurit dari Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 10/Brajamusti Kostrad dalam rangka membantu mengatasi bencana tersebut.

Ratusan prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) itu diberangkatkan oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen Ganip Warsito di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, hari ini. 
 
Adapun ratusan prajurit dari Yonarmed 10/Brajamusti Kostrad, dipimpin oleh Lettu Arm Imam Wahyudi. Seluruh prajurit beserta perlengkapannya diberangkatkan dengan menggunakan pesawat Hercules C-130, A-1316 TNI AU menuju Pekanbaru dibawah BKO Korem 031/Wirabima di Riau.

Asops Panglima TNI Mayjen Ganip Warsito saat memberangatkan ratusan prajurit itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap prajurit Yonarmed 10/Brajamusti Kostrad karena siap siaga melaksanakan tugas.

“Kurang dari waktu 24 jam para prajurit sudah siap untuk diberangkatkan. Hal ini menunjukkan bahwa kalian semua memiliki kesiapan operasional yang tinggi,” ujarnya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (24/2).

Hal tersebut katanya membuktikan kesigapan TNI yang selalu hadir untuk membantu masyarakat. “Itu semua membuktikan kepada masyarakat kita bahwa TNI akan hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat dan TNI selalu siap mengawal negara dan bangsa ini dari berbagai bentuk ancaman,” tegasnya.

Dia pun memberi pesan kepada ratusan prajurit yang berangkat menangani Karhutla. “Tugas yang kalian lakukan menjadi ladang amal ibadah kepada sesama kita, sehingga melahirkan sikap yang tulus ikhlas dalam melaksanakan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa”, kata Ganip.

Lebih lanjut Ganip mengatakan, mebakaran hutan dan lahan sangat merugikan masyarakat, dimana penyebab yang utama adalah karena ulah manusia dalam mengelola lahan secara tidak profesional dan tidak sesuai prosedur yang benar.  

Karhutla ini pun dapat menimbulkan dampak yang sangat luas terutama ekonomi. “Dikarenakan penanggulangan kebakaran hutan ini menyedot anggaran negara yang begitu besar, yang semestinya bisa digunakan untuk kepentingan pembangunan yang lainnya,” jelasnya.

Karhutla juga berdampak terhadap aspek sosial budaya dan kesehatan masyarakat. “Karena akan mempengaruhi aktivitas mata pencaharian masyarakat serta menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit lainnya,” pungkas Ganip.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Desyinta Nuraini