Warga Tinggal di Pengungsian, Manajer Seventeen Cari Mobil Ifan

JawaPos.com – Empat hari setelah tsunami di Selat Sunda, masih banyak warga yang memilih tinggal di posko pengungsian. Mereka tidur berdesakan di posko yang terletak di lapangan futsal Labuan.

Di tempat tersebut ada sekitar 600 pengungsi. Sebagian warga juga memilih tinggal di masjid-masjid yang tak jauh dari terminal bus. Lokasinya memang termasuk cukup tinggi sehingga warga merasa lebih aman.

Hendra Mulyanto, 43, warga Kampung Sawah, Desa Labuan, mengungsi bersama istri, dua anaknya yang masih balita, adik ipar, serta kerabat lain. “Kalau rumah, memang agak jauh dari pantai. Tapi, namanya musibah, siapa yang tahu? Makanya lebih aman di sini,” kata Hendra saat ditemui di tempat pengungsian lapangan futsal Labuan, Pandeglang, kemarin.

Warga Tinggal di Pengungsian, Manajer Seventeen Cari Mobil IfanMobil milik warga di kawasan Pantai Carita, Pandeglang terdampar usai tersapu gelombang tsunami. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Dia berharap pelayanan di lokasi pengungsian bisa lebih baik. Terutama distribusi bantuan seperti makanan dan selimut. ”Ya, pembagiannya lebih adil lagi. Lebih merata,” ungkapnya.

Pengungsi lain Lita Febriani berharap petugas di posko pengungsian memberikan perhatian lebih. “Saya minta pop mi saja dioper sana oper sini. Ya namanya lagi kepengin,” ujar perempuan yang sedang hamil tiga bulan itu.

Koordinator posko pengungsi Labuan Abu Salim menyebut, pihaknya sudah berupaya maksimal memberikan bantuan kepada para pengungsi. Namun, pihaknya juga tidak bisa begitu saja memenuhi permintaan seluruh pengungsi.

“Kalau memberikan bantuan barang juga harus hati-hati agar tidak berebut,” katanya. Pemberian makanan ringan untuk anak, misalnya, dibarengkan dengan saat anak-anak pengungsi bermain bersama.

Kemarin juga tampak keluarga dan rekan korban yang mengurusi barang-barang berharga milik korban. Misalnya, yang terlihat di Tanjung Lesung Beach Hotel. Di sana, mobil-mobil korban mulai didata dan diangkut pemilik serta kerabat. Salah satunya Manajer Seventeen Herman Andrew Bong yang mengurusi mobil Honda Freed putih milik Riefian Fajarsyah, vokalis Seventeen.

Dengan didampingi dua polisi, dia mengecek kondisi mobil tersebut. Alarm mobil terdengar berbunyi berkali-kali saat dicek. “Kami juga periksa cottage yang kemarin ditempati,” ungkap pria yang akrab disapa Acong itu.

Kini kondisi di Pandeglang berangsur-angsur pulih usai bencana tsunami. Namun, kemarin terjadi banjir yang diprediksi sebagai dampak dari sampah akibat tsunami. Banjir tersebut terjadi di Pasar Labuan, Pandeglang. Banjir itu rata-rata setinggi pinggang orang dewasa.

Warga Pasar Labuan M. Yuli menjelaskan, banjir yang menggenangi sembilan desa itu terjadi sejak pukul 06.00. ”Karena banjir ini, banyak yang mengungsi ke kantor kecamatan,” tuturnya.

Sebenarnya, daerah tersebut hampir setiap tahun kebanjiran. Air berasal dari luapan Sungai Cipunten Agung yang bermuara di Pantai Carita. ”Namun, baru kali ini banjir sebesar ini,” ungkapnya. Banjir mungkin bisa lebih besar karena sungai-sungai tertutup potongan kayu-kayu yang terbawa tsunami. 

Editor      : Ilham Safutra
Reporter : (tau/wan/idr/jun/c5/c9/oni)